Hukum Makan Daging Gajah

Pertanyaan :

ما هو قولكم في أكل لحم الفيل؟ أفيدونا وجزاكم الله خيراً وأحسن إليكم.

Apa pendapatmu tentang hukum makan daging gajah ? Mohon faedahnya dan semoga Allah membalas kebaikan Anda.

Jawaban :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:

فقد ذهب جمهور أهل العلم إلى أن أكل لحم الفيل حرام، وذهب المالكية ومن وافقهم إلى أنه مكروه،

Mayoritas ulama’ berpendapat bahwa hukum makan daging gajah adalah haram. Sedangkan ulama’ Malikiyah dan yang sependapat dengan mereka menyatakan bahwa hukumnya makruh.

وذلك لاختلافهم في مدلول النهي الوارد في الحديث الذي رواه البخاري ومسلم ومالك عن أبي ثعلبة: أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن أكل كل ذي ناب من السباع، وكل ذي مخلب من الطيورفحمله الجمهور على التحريم، وحمله المالكية على الكراهة.

Perbedaan ini muncul dari perbedaan mereka tentang kandungan larangan yang ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari, Muslim dan Malik dari Abu Tsa’labah : “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang makan semua hewan buas yang bertaring dan semua burung yang bercakar.” Jumhur ulama’ memaknai larangan dalam hadits ini dengan haram, sedangkan Malikiyah memaknai dengan makruh.

قال العلامة خليل المالكي في مختصره: والمكروه: سبع، وضبع، وثعلب، وذيب، وهر…وفيل… قال شراحه: كره الحسن وغيره أكل الفيل لأنه ذو ناب، وهم للأسد أشد كراهة. ويجوز الانتفاع بعظمه وجسده ونابه إذا ذكي.

Al Allamah Khalil Al Maliki dalam mukhtasharnya berkata : “Dan makruh : singa, hyena, musang, srigala, kucing dan gajah . . . Pensyarah berkata : Al Hasan Al Bashri dan yang selainnya memakruhkan makan daging gajah karena ia memiliki taring, dan untuk singa lebih dimakruhkan lagi. Dan boleh memanfaatkan tulang, bagian tubuh serta taringnya jika disembellih.

ولمزيد من الفائدة، نرجو الاطلاع على الفتوى رقم: 5961.

Untuk menambah faedah, bisa melihat fatwa no 5961.

والله أعلم. 

Sumber : http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=51420

Syaikh Shalih Fauzan bin Abdullah Al Fauzan hafidzahullah lebih memilih pendapat ulama’ yang menyatakan bahwa makan daging gajah hukumnya haram

Beliau hafidzahullah ditanya :

فضيلة الشيخ وفقكم الله – : الفيل له ناب كبير ، لكنه يأكل الحشائش ولا يأكل اللحوم ، ولا يفترسها بنابه ، فهل يكون داخلا في ما له ناب يفترس به ؟

Fadhilatusy Syaikh semoga Allah memberi taufiq kepada Anda : Gajah memiliki taring yang besar, namun ia makan rumput, tidak makan daging. Ia tidak menggunakan taringnya untuk menyerang. Apakah ia masuk kategori hewan yang memiliki taring untuk menyerang ?

Syaikh hafidzahullah menjawab :

الجواب: سمعت هذا، سمعت من الفقهاء عدُّوه من ذوات الأنياب المفترسة؛ فهو حرام، وأيضاً ما أظن، ما سمعنا أنَّ الفيل يؤكل ما سمعنا بهذا، ما سمعنا أنَّه يؤكل.

Aku sudah mendengar tentang hal ini. Aku mendengar dari para fuqahaa’ bahwa gajah termasuk hewan yang memiliki taring yang digunakan untuk menyerang, maka ia haram. Demikian pula, saya kira, kita tidak pernah mendengar bahwa gajah dimakan, kita tidak mendengarnya. Kita tidak mendengar bahwa ia dimakan.

Sumber : http://alfawzan.af.org.sa/node/260

About these ads

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s