Keutamaan Tauhid

الشيخ خالد الصقعبي

Imam Muslim –rohimahulloh- membawakan hadits yang sangat agung dalam kitab shahih beliau

عن عثمان رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم

” من مات و هو يعلم أنه لا إله إلا الله دخل الجنة”

“Barang siapa yang meninggal dunia dan dia mengetahui bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Alloh maka dia masuk surga”

Biografi Ringkas Utsman bin Affan رضي الله عنه

Beliau adalah Utsman bin Affan bin Abil Ash bin Umayyah Al Makhzumi Al Quraisyi. Beliau lahir enam tahun setelah tahun gajah. Beliau termasuk Khulafaur Rasyidin, sedangkan gelar beliau adalah Dzun Nurain karena beliau menikahi dua anak perempuan Rosululloh صلى الله عليه و سلم. Beliau adalah orang yang pertama kali hijrah ke Habasyah. Beliau adalah orang yang sangat dermawan dalam mengeluarkan (hartanya) di jalan Alloh ta’ala, oleh karena itu di antara kedermawanan beliau adalah memberi perlengkapan perang kepada para pejuang ketika perang Yarmuk.

Penjelasan Ringkas Hadits

Perkataan Nabi صلى الله عليه و سلم

من مات و هو يعلم

“ Barang siapa yang meninggal dunia dan dia mengetahui”

Maksudnya adalah mengetahui makna لا إله إلا الله dan melaksanakan dari konsekuensinya, yaitu tidak ada ilah (sesembahan) yang benar kecuali Alloh. Oleh karena itu mengucapkan لا إله إلا الله harus dengan ilmu tentang makna-nya dan mewujudkan konsekuensinya.

Maka mengucapkan, mengilmui dan mengamalkan (kandungan لا إله إلا الله) merupakan makna dari perkataan Beliau من مات و هو يعلم

(Oleh karena itu) perkataan Beliau ini harus mencakup pengucapan dan mengilmui maknanya. Karena Seseorang tidaklah mungkin mengamalkan konsekuensi لا إله إلا الله hingga dia mengilmui makna لا إله إلا الله

Faedah-Faedah Hadits :

1. Keutamaan tauhid karena merupakan sebab masuk surga. Berdasarkan perkataan Nabi ” من مات و هو يعلم أنه لا إله إلا الله دخل الجنة” dan لا إله إلا الله merupakan aqidah, oleh karena itu diambil dari hal ini tentang keutamaan tauhid.

2. Bantahan terhadap “murjiah ekstrim”.

Kelompok murjiah mengatakan bahwa cukup (bagi seseorang) hanya mengucapkan لا إله إلا الله saja meskipun tidak mengetahui makna dan tidak mengamalkan konsekuensinya. Maka menurut pendapat mereka cukup hanya dengan mengucapkan لا إله إلا الله saja. Ini adalah pendapat yang tidak benar karena Nabi berkata “و هو يعلم أنه لا إله إلا اللهdan beliau tidak berkata و هو يلفظ (dan dia melafadzkan) akan tetapi beliau berkata و هو يعلم (dan dia mengetahui). Oleh karena itu harus mengucapkan, mengilmui dan mengamalkan konsekuensinya.

3. Sesungguhnya orang yang mati di atas tauhid akan masuk surga dengan izin Alloh ta’ala.

Masuk surga ada dua macam :

Pertama : Masuk surga secara muthlaq, maksudnya tanpa diadzab terlebih dahulu. –Kita memohon kepada Alloh supaya menjadikan kita termasuk mereka- Ini adalah masuk surga secara muthlaq yang tidak didahului oleh adzab.

Kedua : Orang yang masuk surga setelah mendapatkan adzab. Ini adalah orang yang meninggal dunia di atas tauhid tetapi dia mempunyai sebagian dosa besar dan dia belum bertobat darinya. Maka kondisi yang demikian ini tergantung kehendak Alloh ta’ala. Jika mau maka Alloh ta’ala akan mengadzabnya terlebih dahulu dan ada kemungkinan juga Alloh ta’ala akan mengampuni dosa orang tersebut. Ampunan Alloh bisa berupa pemberian syafa’at atau dia disiksa dikuburnya sebelum bertemu dengan Alloh ta’ala atau dengan sesuatu yang lainnya.

4. Bantahan terhadap mu’tazilah dan khowarij.

Karena mereka memiliki keyakinan bahwa orang yang mati di atas tauhid akan tetapi masih membawa dosa besar maka kekal di neraka. Perkataan mereka adalah perkataan yang salah.

Khowarij mengatakan bahwa hukum mereka di dunia adalah kafir seperti orang yang minum khomer. Sedangkan mu’tazilah mengatakan bahwa mereka di dunia manzilah baina manzilatain “yaitu bukan orang mukmin maupun orang kafir”. Akan tetapi mereka semua memiliki keyakinan (yang sama) yaitu bahwa orang yang mati di atas tauhid akan tetapi masih membawa sebagian dosa besar di akhirat termasuk orang yang kekal di neraka.

Maka hadits ini membantah keyakinan mereka, karena Nabi berkata

” من مات و هو يعلم أنه لا إله إلا الله دخل الجنة”

Maksudnya adalah mengucapkan لا إله إلا الله dan mengamalkan konsekuensinya.

Terkadang seseorang itu meninggal dunia dalam keadaan dia mengetahui (dan mengamalkan لا إله إلا الله ) akan tetapi dia membawa sebagian dosa besar. Maka hadits ini merupakan bantahan terhadap khowarij dan mu’tazilah.

Permasalahan

Sebagian ulama’ mengalami kesulitan ketika memahami hadits ini. Karena Nabi berkata  ” من مات و هو يعلم أنه لا إله إلا اللهDzohir hadits menunjukkan bahwa hanya mengucapkan syahadatain cukup memasukkan seseorang kedalam surga sebagaimana keyakinannya murjiah. Dalam hadits ini tidak terdapat dalil yang menunjukkan keharusan untuk mengamalkan konsekuensinya. Maka dzohir hadits menunjukkan bahwa sudah cukup dengan hanya mengucapkan syahadatain.

Para ulama’ –rohimahulloh- menjawab tentang masalah ini dengan beberapa jawaban (diantaranya):

Pertama adalah jawaban Sa’id bin Musayyib –rohimahulloh- “ hadits ini datang  sebelum turunnya ibadah yang wajib “

Kedua adalah jawaban Imam Nawawi –rohimahulloh- yang menisbatkan kepada Imam Bukhori, Beliau berkata “ Makna hadits ini bahwa orang yang bertobat dari kekafiran kemudian mengucapkan لا إله إلا الله kemudian langsung meninggal dunia setelah itu maka tempat kembalinya adalah surga ”.

Seperti kisahnya seorang Arab Baduwi yang datang kepada Nabi untuk menikuti salah satu perang, maka dia berbai’at kepada Nabi dan masuk islam. Ketika Nabi membagikan sebagian harta rampasan perang (ghonimah) padahal peperangan belum berakhir. Maka Dia berkata (kepada Nabi) “ Wahai nabi, bukan untuk hal ini (untuk dapat ghonimah) aku berbai’at kepadamu. Akan tetapi aku berbaiat kepadamu supaya ada pedang atau tombak yang masuk ke sini dan keluar dari sini (untuk mendapatkan mati syahid). Maka ketika ada peperangan berikutnya dia ikut kemudian ada anak panah yang mengenai dirinya sebagaimana apa yang telah dia isyaratkan. Dan sebelum hal tersebut terjadi Nabi berkata “ Jika dia benar-benar jujur kepada Alloh maka Alloh akan memenuhi keinginannya” Maka didatangkan jenazah Arab Baduwi tadi kepada Nabi, maka nabi bertanya Apakah (benar-benar) dia ? para sahabat menjawab : ya. Maka Nabi berkata “Dia jujur kepada Alloh maka Alloh mengabulkan keinginannya.”

Demikian juga sebagaimana kisahnya seorang laki-laki yang berperang bersama Nabi dan dia belum pernah melaksanakan shalat meskipun hanya satu kali, maka dia masuk islam kemudian memasuki medan tempur. Nabi berkata :

من أن ينظر إلى رجل من أهل الجنة لم يصل لله عز و جل ركعة واحدة فلينظر إلى هذا

“ Barang siapa yang ingin melihat seorang laki-laki penghuni surga (padahal) dia belum pernah shalat meskipun hanya satu rokaat maka lihatlah orang ini ”

Imam Nawawi –rohimahulloh- menisbatkan makna hadits ini kepada Imam Bukhori –rohimahulloh-. Bahwa orang yang telah bertobat dari kekafiran dan mengucapkan لا إله إلا الله kemudian dia langsung meninggal dunia setelahnya seperti kisah lelaki dan orang arab baduwi tadi, jika dia langsung mati setelah keislamannya maka masuk surga.

Ketiga para ulama’ berkata bahwa ini ada peringakasan riwayat.

Keempat bahwa ini merupakan diantara perkataan yang ringakas Nabi صلى الله عليه و سلم

Kelima para ulama’ berkata bahwa hadits ini bersifat mujmal (global) dan makna hadits ini adalah mengamalkan konsekuensi لا إله إلا الله dan diantara konsekuensinya adalah melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan.

Ini adalah jawaban dari Imam Az Zuhri –rohimahulloh-

Keenam adalah jawaban Ibnul Qoyyim, Syaikhul Islam dan Ibnu Rajab bahwa hadits ini ditakyid dengan hadits-hadits yang lain, oleh karena itu harus mengamalkan hadits Utsman ini karena hadits ini masih mujmal dan diterangkan oleh hadits-hadits yang lain.

Dan yang mendekati kebenaran dari semua jawaban di atas adalah dua jawaban terakhir.

Wallohua’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s