Sebab hilangnya barokah ilmu

Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah As Sadhan hafidzahullah berkata :

Tidak mengamalkan ilmu merupakan salah satu sebab dari tidak barokahnya ilmu. Bahkan merupakan salah satu sebab  ditegakkannya hujjah atas pemiliknya. Allah ta’ala telah mencela orang yang  tidak  mengamalkan ilmunya, Dia berfirmanan : ” Sungguh besar kemurkaan disisi Allah ta’ala karena kalian mengatakan apa yang tidak kalian lakukan.”

Beliau hafidzahullah berkata lagi :

Maka, tidak mengamalkan ilmu merupakan sebab pokok dari tidak barokahnya ilmu, oleh karena itu para Salafus Shalih adalah orang yang paling bersemangat mengamalkan ilmu mereka.

Kemudian Beliau hafidzahullah membawakan beberapa perkataan para ulama’ salaf berkaitan tentang semangat mereka dalam mangamalkan ilmu.

Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata : ” Para sahabat kami dulu apabila mempelajari 10 ayat Al Qur’an, mereka tidak menambahnya sampai mengetahui maknanya dan mengamalkannya.”

Ali radhiyallahu ‘anhu berkata : ” Ilmu akan mengajak pemiliknya untuk beramal, jika dia mau beramal, maka tetaplah ilmunya, jika tidak maka hilanglah ilmunya.”

(Maalim fii Thariq ThalabilIlmi, hal. 28)

Kemudian Beliau hafidzahullah menyebutkan salah satu manfaat dari mengamalkan ilmu :

Mengamalkan ilmu akan membantu dalam mengokohkan ilmu, jika engkau ingin melihat kebenaran hal itu maka perhatikanlah tentang dzikir-dzikir harian yaitu  dzikir pagi dan petang, dzikir ketika mau tidur, dzikir ketika mau masuk dan keluar kamar mandi ataupun rumah, dan dzikir-dzikir yang lainnya.

Seandainya seseorang ingin menghafalnya, tentu bisa saja, namun pada suatu waktu kelak dia akan lupa. Seandainya dia mengamalkannya, maka dzikir tersebut akan tetap kokoh pada dirinya. Maka bertambah kokohnya ilmu sekadar dengan pengamalan dia terhadap dzikir-dzikir tersebut.

Kemudian Beliau hafidzahullah membawakan perkataan Imam Adz Dzahabi rahimahullah tentang sedikitnya orang yang mengamalkan ilmu pada zamannya.

Imam Adz Dzahabi rahimahullah berkata tentang keadaan zamannya : ” Adapun pada zaman ini, tidaklah tersisa ilmu yang sudah sedikit ini kecuali hanya sedikit, terdapat pada orang yang sedikit, dan betapa sedikitnya orang yang mengamalkan ilmu dari mereka ini. Maka cukuplah Allah sebaik-baik pelindung kita.”

Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad bin Abdullah As Sadhan hafidzahullah mengomentari perkataan Imam Adz Dzahabi diatas :

Apabila perkataan Imam Adz Dzahabi ini beliau katakan pada zaman ke-8 H, maka bagaimana lagi dengan zaman kita sekarang ? Maka wajib bagi setiap dari kita untuk berhusnudzan kepada Rabbnya dan bersungguh-sungguh terhadap dirinya (untuk beramal). Allah ta’ala Maha Lembut terhadap para hamba-Nya, Dia memberi kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Maalim fii Thariq ThalabilIlmi, hal. 29)

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s