Bertanya kepada dukun

Penulis kitab Al Fawaaid Al Muntaqa min Syarhi Kitaabit Tauhiid berkata :

Perincian hukum bertanya kepada dukun :

1. Bertanya, membenarkan dan mengambil perkataan dukun, maka hukumnya haram. Dan jika membenarkan klaim dukun bahwa dia mengetahui ilmu ghaib, maka ini bentuk pendustaan kepada Al Qur’an, hukumnya kufur.

2. Bertanya untuk mengujinya, maka hukumnya boleh. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada Ibnu Shayyad : ” Apa yang aku sembunyikan ? “ Dia menjawab : ” Asap/kabut “. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya : “ Diamlah engkau. Karena engkau tidak mengetahui perkara ghaib.” Dalam hadits ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya tentang sesuatu yang beliau sembunyikan.

3. Bertanya untuk menampakkan kelemahan dan kedustaanya. Yang demikian ini hukumnya bisa wajib atau mustahab/dianjurkan.

4. Bertanya selain ketiga hal diatas, hukumnya haram.

(Al Fawaaid Al Muntaqa min Syarhi Kitaabit Tauhiid, faedah no. 35, hal. 25)

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s