Jumlah semua nama Allah 99 ?

Syaikh Shalih bin Fauzan Abdullah Al Fauzan hafidzahullah ditanya :

Pertanyaan : Fadhilatusy Syaikh, semoga Allah memberi taufiq kepadamu. Apakah ada dhawaabit tentang nama-nama Allah ?  kemudian apakah jumlah nama-nama Allah itu hanya 99 dan siapa saja yang  meng ihsha’ nya akan masuk surga, sebagaimana terdapat dalam hadits ?

Jawaban : Dhawaabit nama-nama Allah ? Semua nama yang terdapat dalam kitabullah dan sunnah rasul-Nya maka kita menetapkannya. Dan semua yang tidak terdapat dalam kitabullah dan sunnah rasulallah maka kita menafikannya dan tidak mengimaninya. Inilah dhaawabit (batasan) nama-nama Allah.

Sedangkan pertanyaan apakah nama-nama Allah itu hanya terbatas 99 nama dan siapa saja yang meng ihsha’ nya akan masuk surga sebagaimana terdapat dalam hadits ? (Jawabannya) : Nama-nama Allah tidaklah dibatasi dengan bilangan tertentu dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia. Namun (maksud hadits) ada 99 nama Allah dan siapa saja yang meng ihsha’ nya akan masuk surga adalah siapa saja yang mempelajari dan mengamalkan konsekuensinya (99 nama Allah) maka akan masuk surga. Maka nama-nama Allah itu tidak dibatasi dengan bilangan tertentu dan adad (jumlah tertentu) tidaklah menunjukkan pembatasan. Jadi maksud dari 99 nama Allah dan siapa saja yang meng ihsha’ nya akan masuk surga adalah mempelajari, mengimani dan mengamalkan konsekuensi 99 nama Allah tersebut.

Sedangkan tentang jumlah nama-nama Allah, maka tidak ada seorangpun yang mengetahuinya melainkan Dia. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : ” Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu.” Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ” yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu” menunjukkan bahwa disana ada nama-nama Allah yang tidak seorangpun mengetahuinya kecuali Allah ta’ala.

(Syarah Lum’atul I’tiqaad, hal. 295)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s