Lebih utama mana ?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah berkata :

Para ulama’ rahimahullah berbeda pendapat, manakah yang lebih utama berpuasa pada bulan Muharram atau berpuasa pada bulan Sya’ban ?

Sebagian ulama’ berpendapat bahwa berpuasa pada bulan Sya’ban lebih utama, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa penuh pada bulan Sya’ban kecuali beberapa hari saja dan tidak ada riwayat dari beliau yang menjelaskan bahwa beliau berpuasa penuh pada bulan Muharram. Akan tetapi hadits yang ada hanya memotivasi untuk berpuasa pada bulan Muharram, sebagaimana sabdanya : ” Sesungguhnya berpuasa pada bulan Muharram merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan.”

Mereka juga mengatakan bahwa berpuasa pada bulan Sya’ban kedudukannya sebagai puasa ratibah sebelum puasa wajib (Ramadhan). Sedangkan berpuasa pada bulan Muharram kedudukannya sebagai puasa sunnah muthlaq. Dan kedudukan puasa sunnah ratibah lebih utama dari pada puasa sunnah muthlaq. Namun demikian, pada intinya bahwa pada dua bulan ini disunnahkan atau dianjurkan untuk berpuasa, hanya saya Nabi tidak berpuasa penuh pada bulan Sya’ban.

(Lihat Asy Syarhu Al Mumti’ ‘alaa Zaadil Mustaqni’, jilid 6 hal 467-468)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s