Bahaya menyelisihi sunnah

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah berkata :

Faedah :
Imam Al Baihaqi meriwayatkan sebuah (hadits) dengan sanad shahih, dari Sa’id bin Al Musayyib bahwasanya dia melihat seseorang yang mengerjakan shalat setelah terbitnya fajar lebih dari dua rakaat. Dia memperpanjang rukuk dan sujudnya. Maka Sa’id bin Al Musayyib melarang perbuatan orang tersebut. Orang tersebut bertanya : Ya Abu Muhammad, apakah Allah akan mengadzabku dengan sebab shalatku ini ? Sa’id bin Al Musayyib menjawab : Tidak, akan tetapi Dia mengadzabmu karena perbuatanmu menyelisihi sunnah.

Ini adalah jawaban Sa’id bin ِAl Musayyib yang sangat indah. Jawaban ini merupakan senjata yang ampuh terhadap ahlul bid’ah yang menganggap baik mayoritas bid’ah dengan mengatasnamakan dzikir dan shalat, kemudian mereka tidak setuju dengan pengingkaran Ahlus sunnah atas perbuatan mereka tersebut. Lantas mereka beranggapan bahwa Ahlus sunnah mengingkari dzikir dan shalat ! ! Padahal pada hakekat yang diingkari oleh Ahlus sunnah adalah penyelisihan mereka dari sunnah dalam (tata cara) dzikir, shalat dan lain-lain.

(Irwaaul Ghalil fii Takhriij Ahaadiits Manar As Sabiil, jilid 2, hal. 236)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s