Bolehkah ulama’ mengkafirkan seseorang ?

Pertanyaan : Apakah termasuk hak dari ulama’ untuk mengatakan kepada seseorang bahwa dia kafir atau menjatuhkan vonis kafir ?

Segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam semoga tercurah kepada rasul-Nya, keluarga dan sahabat beliau . . . wa ba’du :

Jawaban : Takfir ghairul muayyan (tanpa menyebut individu tertentu) disyariatkan misal dengan mengatakan : barangsiapa yang beristighatsah kepada selain Allah yang mana itu hak khusus Allah maka dia kafir. Seperti orang yang beristighatsah kepada para Nabi dan wali untuk menyembuhkan penyakit dia atau orang tuanya.

Adapun untuk takfir muayyan (individu tertentu) jika seseorang mengingkari perkara yang ma’luum minad diin bidh dharuurah (semua orang harus tahu) seperti kewajiban shalat, zakat atau puasa setelah sampai penjelasan kepadanya maka hukumnya wajib. Dan disertai nasehat kepada orang tersebut, jika dia bertobat maka (dia manjadi muslim lagi), namun jika tidak maka wajib bagi seorang pemimpin/waliyul amr untuk membunuhnya disebabkan kekafirannya. Seandainya tidak disyariatkan takfir muayyan padahal ada sebab yang mengharuskan pengkafiran maka tidak dapat diterapkan hukum had bagi orang yang murtad dari islam.

Allah-lah yang memberi taufiq, shalawat dan salam dari Allah semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga serta sahabatnya.

Al Lajnah Ad Daaimah lil Buhuuts al ‘Ilmiyyah wal Iftaa

Ketua : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Wakil ketua : Abdurrazaq ‘Afifi

Anggota : Abdullah bin Ghadayan dan Abdullah bin Qu’ud

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s