Hukuman bagi Pelaku Syirik Asghar di Akhirat

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Ar Rajihi hafidzahullah ditanya :

السؤال: ما حكم الشرك الأصغر في الآخرة؟ وهل هو موجب لدخول النار؟ أم يُؤخذ من حسنات صاحبه لشركه؟

Apakah hukum (pelaku) syirik asghar di akhirat ? Apakah mengharuskan masuk neraka ? Ataukah akan diambil kebaikan pelakunya karena perbuatan syiriknya ?

Syiakh hafidzahullah menjawab :

الجواب: الشرك الأصغر هو الذي لا يخرج من الملة، كالحلف بغير الله، والرياء الذي يصدر من المؤمن، وقول: لولا الله وأنت، وما لي إلا الله وأنت، فهذا من الشرك الأصغر، ولا يخرج من الملة.

Syirik asghar tidak mengeluarkan seseorang dari Islam, seperti : bersumpah dengan selain nama Allah, riya’nya kaum mukminin, perkataan : seandainya bukan karena Allah dan Engkau, saya hanya untuk Allah dan Engkau. Semua ini termasuk syirik asghar yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam.

واختلف العلماء في حكمه: هل هو من الكبائر فيكون تحت المشيئة، أم هو فوق الكبائر ويكون داخلاً في عموم قوله تعالى: إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ  [النساء:48]

Para ulama berselisih pendapat tentang hukumnya : Apakah syirik asghar termasuk dosa-dosa besar (Al Kabaair) yang dibawah kehendak Allah, atau termasuk dosa yang statusnya diatas Al Kabaair sehingga masuk dalam keumuman firman-Nya : “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik.” (An Nisaa : 48).

 على قولين: أحدهما: أن حكمه حكم الكبائر، وعلى هذا يكون تحت المشيئة. ثانيهما: أنه لا يكون تحت الكبائر ولا يغفر تأدباً مع النصوص؛

Berdasarkan dua pendapat ini, yaitu : pertama : syirik kecil dihukumi sebagai Al Kabaair  sehingga ada dibawah kehendak Allah. Kedua : bukan termasuk Al Kabaair dan tidak akan diampuni, berdasarkan dalil-dalil yang ada.

فإن الله تعالى قال: (( إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ )) وهذا شرك، فيشمل الشرك الأكبر والأصغر، لكن لا يخلد صاحبه في النار كصاحب الشرك الأكبر، بل يدخل تحت الموازنة بين الحسنات والسيئات،

Allah ta’ala berfirman : “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik.” Ini adalah dosa syirik, mencakup syirik akbar dan syirik asghar. Akan tetapi pelaku syirik asghar tidak kekal di neraka sebagaimana pelaku syirik akbar. Dosa syirik asgharnya masuk dalam timbangan, yaitu dibandingkan antara kebaikan dan kejelekan dia.

 فإن كانت له حسنات راجحة أسقط من حسناته ما يقابل الشرك الأصغر، وإن رجحت السيئات على الحسنات عذب بقدر هذا الشرك الأصغر، ثم يخرج من النار ولا يخلد فيها

Jika dia memiliki kebaikan yang banyak maka syirik asghar akan menggugurkan sebagian kebaikannya. Dan jika kejelekannya lebih berat daripada kebaikannya maka dia akan diadzab sesuai dengan kadar syirik asgharnya, kemudian dikeluarkan dari neraka dan dia tidak kekal di neraka.

فعلى هذا القول لا بد من أن يؤاخذ به، فإما أن يسقط من حسناته ما يقابله، أو يعذب به في النار، بخلاف الكبيرة، فالكبيرة تحت مشيئة الله، فقد يغفرها الله من دون إسقاط شيء من الحسنات، وقد يعذب صاحبها.

 Berdasarkan pendapat terakhir ini, maka pelaku syirik asghar akan diambil kebaikannya, yaitu syirik asghar akan menggugurkan kebaikannya atau dia akan diadzab di neraka. Berbeda dengan Al Kabaair, ada dibawah kehendak Allah. Allah dapat mengampuninya tanpa menggugurkan kebaikannya dan bisa jadi pelakunya diadzab.

فالقول الأول هو أنه مثل الكبائر، أي: حكمه حكم أهل الكبائر، والقول الثاني هو أنه لا يغفر، بل يعذب به، بخلاف الكبائر، وهذا لأجل موافقة النصوص.

Maka menurut pendapat yang pertama, syirik asghar seperti Al Kabaair, yaitu pelakunya dihukumi sebagai pelaku Al Kabaair. Adapun menurut pendapat kedua : syirik asghar tidak diampuni, bahkan pelakunya akan diadzab, berbeda dengan pelaku Al Kabaair. Ini sesuai dengan nash-nash yang ada.

Sumber : http://audio.islamweb.net/audio/index.php?page=FullContent&audioid=192314

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s