Pentingnya Mempelajari Tauhid

Syaikh Shalih Fauzan bin Abdullah Al Fauzan hafidzahullah ditanya :

يقول فضيلة الشيخ وفقكم الله : ما الرد على من يقول اننا في هذه البلاد موحدون و لسنا بحاجة الى الاكثار من التوحيد و بيانه ؟

Apa bantahan terhadap orang yang berkata : “Kita berada di negeri ini (Saudi Arabia –pen-) sebagai orang yang bertauhid, oleh karena itu kita tidak perlu untuk memperbanyak dan menjelaskan tauhid” ?

Syaikh hafidzahullah menjawab :

فضيلة الشيخ : هذه مكيدة من الشيطان ، نحن في هذه البلاد و لله الحمد على عقيدة التوحيد ، لكن لا نكمل انفسنا ، و لا نزكي انفسنا ، نقع في شيء و نحن نجهله ، فأذا لم نتعلم التوحيد وقعنا، و قعنا في اشياء من الشرك ،

Ini adalah tipu daya syaithan. Alhamdulillah, Kita berada di negeri ini (Saudi Arabia) berada diatas aqidah tauhid. Namun kita tidak menganggap sempurna diri kita dan tidak mentazkiyah diri kita sendiri. Bisa jadi kita terjatuh dalam perbuatan (kesyirikan-pen-) namun kita tidak mengetahuinya. Jika kita tidak mempelajari tauhid maka kita akan terjatuh, yaitu terjatuh dalam perbuatan syirik.

و من المخلات بالتوحيد لاننا نجهل هذا الشيء بسبب الجهل و لا يجوز لنا هذا ، نحن نتعلم التوحيد و انا كنا من اهل التوحيد ، من اجل ترسيخه ، و من اجل ان لا نقع في شيء نجهله ،

Dan diantara kekurangan tauhid jika kita terjatuh terhadap kesyirikan karena sebab kejahilan, hal tersebut tidak boleh bagi kita. Kita mempelajari tauhid dan -semoga kita termasuk ahli tauhid-, yaitu untuk mengokohkannya dan supaya kita tidak terjatuh pada perbuatan syirik yang kita tidak mengetahuinya.

أبراهيم – عليه السلام – هل انت اشد توحيد من ابراهيم – عليه الصلاة و السلام – الم يقل في دعائه : ( واجنبني و بني ان نعبد الاصنام )

Ibrahim ‘alaihissalam –apakah kalian lebih kuat tauhidnya dari pada Ibrahim ‘alaihis shalaatu was salaam- Bukankah Beliau berkata dalam do’anya : “Ya Rabb, jauhkanlah diriku dan anak keturunnaku dari menyembah (berhala) patung.”  

فلا تحذر من الشرك في بلاد التوحيد ، ما تحذر من الشرك و تبين مخاطرالشرك ، لان لا يقع فيه احد ، ما أحد يامن على نفسه ، و يزكي نفسه ، فقولهم هذا من اجل ان يترك التوحيد ، و لا يعتنى به .

Maka perkataan mereka “ jangan peringatkan akan kesyirikan di negeri tauhid, jangan peringatkan dan jelasakan bahaya kesayirikan karena tidak ada seorangpun yang jatuh padanya.”  Padahal tidak ada seorangpun yang merasa aman terhadap dirinya dan mentazkiyah dirinya. Maka tujuan perkataan mereka ini adalah untuk meninggalkan tauhid maka jangan diperhatikan.

Beliau hafidzahullah juga ditanya :

أحسن الله إليك صاحب الفضيلة : ما حكم من يقول : إن التوحيد لا يُركَّز عليه في بلد أهله عرف التوحيد وحققوه؟

Apa hukum orang yang mengatakan : Sesungguhnya tauhid tidak diutamakan dinegeri yang penduduknya mengetahui dan merealisasikan tauhid ?

Jawaban Syaikh hafidzahullah :

فضيلة الشيخ : من قال انهم عرفوه و حققوه ، يكون فيهم الجهال ، و يكون فيهم الذين نسوا و غفلوا ، من قال ، هذه دعوى أن كل المجتمع عرفوا التوحيد معرفة تامة و حققوه ، وهذا ما هوا بصحيح . نعم

Orang yang mengatakan bahwa dia mengetahui dan merealisasikan tauhid, bisa jadi masih ada orang jahil, orang yang lupa dan lalai pada mereka. Maka ini hanya sekedar klaim, bahwa semua orang mengetahui tauhid dengan pengetahuan yang sempurna serta merealisasikannya. Ini klaim yang tidak benar. Na’am.

Sumber : http://www.sahab.net/forums/index.php?s=a37ea94f1a1da741ff11859d2c682789&showtopic=133447

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s