Hukum Makan Hati Impor

Pertanyaan :

ما حكم أكل الكبدة المستوردة؟

Apa hukum makan hati impor ?

Jawaban :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, keluarga serta sabahat beliau, amma ba’du :

فإن كانت الكبدة المستوردة لحيوان محرم أكله كالخنزير فهي حرام بكل حال ، أما إن كانت من حيوان مباح الأكل فلها حالات :

Jika hati impornya berasal dari hewan yang haram dimakan seperti babi, maka hukumnya haram dalam semua keadaan. Adapun jika dari hewan yang boleh dimakan maka hukum memakannya ada tiga keadaan :

الأولى: أن تكون مستوردة من بلاد مسلمة فهي حلال إلا أن يعلم أنها لم تذك الذكاة الشرعية, أما مجرد الشك والاحتمال فلا يضر.

Pertama : hati impor tersebut berasal dari negara muslim maka ia halal, kecuali jika diketahui bahwa hewannya tidak disembelih dengan cara syar’i. Adapun semata-mata ragu atau ada kemungkinan lain maka tidak berpengaruh.

والثانية : أن تكون مستوردة من بلاد كفار غير كتابيين فالأصل أنها حرام إلا أن يعلم أن ذابحها مسلم أو كتابي مقيم في تلك البلاد، وبشرط أن يعلم أن الذبح قد تم بالطريقة المعروفة شرعا لا بالصعق أو الخنق.

Kedua : hati impornya berasal dari negara kafir non ahli kitab, maka hukum asalnya adalah haram. Kecuali jika diketahui bahwa orang yang menyembelihnya seorang muslim atau ahli kitab yang ada di Negara tersebut. Dengan syarat diketahui bahwa penyembelihannya dilakukan dengan cara yang benar secara sayr’i bukan dengan disetrum atau dicekik.

والثالثة : أن تكون مستوردة من بلاد كفار هم أهل كتاب، فالأصل في ذبائح أهل الكتاب الحل؛ لقوله تعالى: وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ  {المائدة:5}، لكن إذا علم يقينا أو ظنا راجحا أنهم لا يذبحونها وفقا للذكاة الشرعية فلا يجوز أكلها, أما مجرد الشك والاحتمال في ذلك فلا يضر . وراجع الفتاوى: 2437، 54001، 64697

Ketiga : hati impornya berasal dari negara kafir ahli kitab, maka hukum asal penyembelihan mereka adalah halal. Berdasarkan firman Allah ta’ala : “Dan makanan ahli kitab itu halal untuk kalian.” (Al Maaidah : 5). Akan tetapi jika diketahui secara yakin atau dugaan kuat bahwa mereka menyembelihnya tidak secara syar’i maka  tidak boleh dimakan. Adapun semata-mata ragu atau hanya kemungkinan maka tidak berpengaruh. Silahkan lihat fatwa no :  2437, 54001, 64697.

والله أعلم.

Sumber : http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=191071

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s