Amalan Untuk Bisa Melihat Allah di Surga

عن جَرِيرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ : كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذْ نَظَرَ إِلَى الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ فَقَالَ « أَمَا إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لاَ تُضَامُّونَ فِى رُؤْيَتِهِ فَإِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لاَ تُغْلَبُوا عَلَى صَلاَةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا فَافْعَلُوا ». يَعْنِى الْعَصْرَ وَالْفَجْرَ ثُمَّ قَرَأَ جَرِيرٌ (وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا ).

Dari Jarir bin Abdillah, dia berkata : “Kami dulu duduk disamping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau memandang bulan purnama. Lalu beliau berkata : “Adapun kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan itu, kalian tidak saling berdesakan saat melihatnya. Jika kalian mampu untuk tidak dikalahkan dari melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum tenggelamnya maka lakukan.” Yaitu shalat ashar dan subuh, lalu Jarir membaca : “Dan bertasbihlah dengan memuji Rabb-mu sebelum terbitnya matahari dan sebelum tenggelamnya.”

Fawaaid hadits :

Pertama : Terdapat hubungan antara shalat dengan melihat Allah di surga.

Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Abbad hafidzahumallah berkata :

ففي هذا الحديث إشارة إلى الصلة بين الصلاة والرؤية

Didalam hadits ini terdapat isyarat adanya hubungan antara shalat dengan melihat Allah.

Kemudian beliau hafidzahullah membawakan perkataan Ibnu Rajab rahimahullah di Fathul Baari (4/233) :

” وقد قيل في مناسبة الأمر بالمحافظة على هاتين الصلاتين عقيب ذكر الرؤية : أن أعلى ما في الجنة رؤية الله عز وجل ، وأشرف ما في الدنيا من الأعمال هاتان الصلاتان ، فالمحافظة عليهما يرجى بها دخول الجنة ورؤية الله عز وجل فيها

“Telah dikatakan tentang hubungan antara perintah menjaga dua shalat ini setelah penyebutan ru’yah (melihat Allah) : Karena kenikmatan paling tinggi yang ada di surga adalah melihat Allah azza wa jalla dan amalan yang paling mulia di dunia adalah dua shalat ini. Maka dengan sebab menjaga keduanya diharapkan akan masuk surga dan melihat Allah azza wa jalla di dalamnya.”

Kedua : Nabi adalah orang yang paling sempurna dalam memberi penjelasan serta memberi nasehat.

Syaikh Abdurrazaq Al Badr hafidzahullah berkata :

ومن تمام نصح النبي صلى الله عليه وسلم وكمال بيانه أنَّ أجاب عليه دون أن يُسأل ، فقال: ” فإن استطعتم ألا تغلبوا على صلاة قبل طلوع الشمس وقبل غروبها فافعلوا

“Diantara kesempurnaan nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kesempurnaan penjelasannya adalah beliau memberi jawaban tanpa ditanya terlebih dahulu. Maka beliau berkata : “Jika kalian mampu untuk tidak dikalahkan dari melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum tenggelamnya maka lakukan.”

Ketiga : Kenikmatan dapat melihat Allah di surga diperoleh dengan amal, bukan sekedar angan-angan.

Syaikh Abdurrazaq Al Badr hafidzahullah berkata :

وفي هذا إشارة منه صلى الله عليه وسلم إلى أنَّ رؤية الله عز وجل يوم القيامة لا تنال بمجرد الأماني: {لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ} ، بل لابد من عمل وجد واجتهاد وإقبال على الله تبارك وتعالى، ولهذا أرشد النبي صلى الله عليه وسلم إلى الأسباب التي ينال بها العبد رؤية الله عز وجل، فأرشد صلى الله عليه وسلم إلى صلاتين عظيمتين ـ وهما الفجر والعصر

“Didalam hadits ini terdapat isyarat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa melihat Allah azza wa jalla pada hari kiamat tidak dapat diperoleh dengan sekedar angan-angan. “Bukan karena angan-angan kalian dan angan-angan ahli kitab.”  Akan tetapi harus dengan amalan, kesungguhan serta menghadapkan diri kepada Allah ta’ala. Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi petunjuk kepada sebab yang bisa menyebabkan seorang hamba meraih kenikmatan malihat Allah azza wa jalla, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi petunjuk untuk melaksanakan dua shalat yang agung, yaitu shalat subuh dan ashar.”

Keempat : Sesungguhnya banyak perkara dunia yang bisa melalaikan seseorang dari mengerjakan shalat subuh dan ashar.

Syaikh Abdurrazaq Al Badr hafidzahullah berkata :

وفي قوله ” ألا تغلبوا ” إشارة إلى أنَّ في الدنيا أموراً كثيرة تغالب الناس على المحافظة على هاتين الصلاتين

Didalam perkataan Nabi “kalian tidak dikalahkan/disibukkan” terdapat isyarat bahwa banyak perkara dunia yang bisa mengalahkan manusia dari menjaga dua shalat ini.

Kelima : I’tiqad dan keyakinan yang benar berpengaruh terhadap amal perbuatan seorang hamba.

Syaikh Abdurrazaq Al Badr hafidzahullah berkata :

وفي الحديث دلالة على أنَّ الاعتقاد الصحيح السليم يؤثر على عمل العبد وسلوكه، فكلما ازداد إيمانه وقوي يقينه ازداد استقامة وجِداً وعملاً وبذلاً ومحافظة على طاعة الله.

Hadits ini menunjukkan bahwa i’tiqad shahih dan selamat berpengaruh terhadap amal dan tingkah laku seorang hamba. Maka setiap kali iman seorang hamba bertambah dan semakin kuat keyakinannya, bertambah pula keistiqamahan, kesungguhan, amalan, usaha serta ketaatan kepada Allah.

Lihat : http://www.al-badr.net/web/index.php?page=page&action=view&pageid=9

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s