Hukum Menjahrkan Bacaan Takbiratul Ihram Bagi Makmum

فيستحب الجهر بتكبيرة الإحرام وغيرها من التكبيرات في حق الإمام فقط، وأما المأموم والمنفرد فلا يشرع في حقهما إلا عند المالكية، فقد قالوا يندب الجهر بتكبيرة الإحرام لكل مصل.

Dianjurkan menjahrkan takbiratul ihram dan takbir lainnya bagi imam saja. Adapun makmum dan orang yang shalat sendirian (munfarid) tidak disyariatkan menjahrkan takbir kecuali menurut ulama’ Malikiyah. Mereka berpendapat bahwa menjahrkan takbiratul ihram bagi setiap orang yang shalat hukumnya dianjurkan.

قال النووي في المجموع: يستحب للإمام أن يجهر بتكبيرة الإحرام وبتكبيرات الانتقالات ليسمع المأمومين فيعلموا صحة صلاته … وأما غير الإمام فالسنة الإسرار بالتكبير سواء المأموم والمنفرد , وأدنى الإسرار أن يسمع  نفسه إذا كان صحيح السمع ولا عارض عنده من لفظ وغيره. انتهى.

Imam An Nawawi didalam Al Majmuu’ berkata : “Dianjurkan bagi imam untuk menjahrkan takbiratul ihram dan takbir intiqal (takbir perpindahan dalam shalat) supaya bisa didengar oleh makmum sehingga mereka tahu keabsahan shalatnya imam. Adapun selain imam maka dianjurkan mensirrkan takbir, baik bagi makmum atau munfarid. Kadar minimal sirr adalah dapat didengar oleh diri sendiri jika pendengaran seseorang masih baik dan tidak ada gangguan dari suara lainnya. Selesai.

وقال في كشاف القناع من الحنابلة: ( ويسر مأموم ومنفرد به ) أي: التكبير وبغيره من التسبيح والتحميد والسلام , لأن المنفرد لا يحتاج إلى إسماع غيره , وكذا المأموم إذا كان الإمام يسمعهم .. ( ويكره جهر مأموم ) في الصلاة بشيء من أقوالها , لأنه يخلط على غيره ( إلا بتكبير وتحميد وسلام لحاجة ) بأن كان لا يسمع جميعهم. انتهى.

Disebutkan dalam Kasyaful Qanaa’ dari ulama Hanabilah: (makmum dan munfarid membaca secara sirr), yaitu untuk bacaan takbir dan selainnya berupa bacaan tasbih, tahmid dan salam. Karena munfarid tidak butuh memperdengarkan bacaannya kepada yang lain. Demikian juga bagi makmum jika bacaan imam mereka dengar. (dimakruhkan jahr makmum) didalam shalat dari bacaan dia, karena akan bercampur dengan bacaan selainnya (imam). (kecuali takbir, tahmid dan salam jika ada kebutuhan) yaitu makmum tidak dapat mendengar bacaan imam. Selesai.

وقال في حاشية الدسوقي من المالكية: وأما الجهر بتكبيرة الإحرام فهو مندوب لكل مصل إماما أو مأموما أو فذا، وأما الجهر بغيرها من التكبير فيندب للإمام دون غيره فالأفضل له الإسرار به. انتهى.

Dikatakan dalam Haysiyah Ad Daswaqiy dari ulama Malikiyah : Adapun menjahrkan takbiratul ihram hukumnya dianjurkan bagi setiap orang yang shalat, baik sebagai imam, makmum atau orang yang shalat sendirian. Adapun menjahrkan takbir lainnya hanya dianjurkan bagi imam, tidak yang lainnya karena yang utama baginya adalah dengan membaca sirr. Selesai.

وعليه؛ فرفع الصوت لغير الإمام ليس من السنة، إلا إذا كان لحاجة ولم يؤد إلى التشويش على المصلين فلا بأس

Kesimpulan:

Mengeraskan suara takbir bagi selain imam hukumnya tidak dianjurkan, kecuali jika ada kebutuhan dan tidak menggangu jama’ah shalat lainnya maka hukumnya  tidak mengapa.

Lihat : http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=116301

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s