Amalan Untuk Meraih Rahmat Allah

Seorang hamba sangat membutuhkan rahmat Allah Ta’ala.

Ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam dirundung duka, beliau berdoa kepada Allah Ta’ala :

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِى إِلَى نَفْسِى طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِى شَأْنِى كُلَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Wahai Allah, dengan rahmat-Mu aku berharap , janganlah sandarkan diriku kepadaku walau sekejap matapun dan perbaikilah keadaanku seluruhnya, sungguh tiada sembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

(lebih…)

Iklan

Pembatal-Pembatal Keislaman

Pertanyaan:

Pada materi dijelaskan hadits tentang perintah Rasul untuk mengutamakan dakwah dan pengajaran tauhid. Namun tentang 10 hal pembatal tauhid belum disebutkan dalilnya. Mohon penjelasan/rujukan untuk mengetahui dalilnya.

Jazaakillahu khayran

(lebih…)

Hukum Do’a Berjamaah Setelah Shalat

Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan hafizhahullah:

الدعاءُ بعد الصلاةِ مشروعٌ، ولكن ليسَ بصفةٍ جماعيةٍ بل كل واحد يدعو لنفسه وللمسلمين، ولا يرفع صوته بذلك، أويشَّوش على الآخرين،

Berdo’a setelah shalat disyariatkan, namun caranya tidak dengan berjama’ah. Hendaknya setiap orang berdo’a untuk kebaikan dirinya sendiri dan seluruh kaum muslimin, tidak dengan suara keras yang bisa mengganggu orang lain.

Allah Ta’ala berfirman :

فَإِذَا قَضَيْتُمْ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِكُمْ

“Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (QS. An Nisa: 103)

Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/16466

(lebih…)

Hukum Memberi Nasihat Setelah Shalat

Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan hafizhahullah:

الموعظةُ طيبةٌ بعد الصلاة لأهل العلم يعظون ويذكرون لكن لا يداومون على ذلك؛ بل لأنهم يفعلونه تارةً ويتركونه تارةً،ولا يداوموا على ذلك لئلا يملَّ الناس  وكان النبي  صلى الله عليه وسلم- يتخوَّلُ أصحابُه بالموعظةِ

“Nasihat yang baik yang disampaikan setelah shalat oleh seorang alim hukumnya adalah boleh, namun hendaknya tidak merutinkannya. Akan tetapi hendaknya dilakukan kadang-kadang, tidak dilakukan terus-menerus supaya tidak membuat orang basan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak terus-menerus memberi nasihat kepada para sahabatnya.

Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/node/16475