Berpuasa penuh di bulan Muharram

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah ditanya :

Fadhilatusy Syaikh rahimahullah ditanya : Berpuasa satu bulan penuh di bulan Muharram memiliki keutamaan ataukah tidak ? Apakah saya telah berbuat bid’ah jika melakukannya ?

Syaikh menjawab : Sebagian ulama’ ahli fiqih mengatakan : dianjurkan untuk berpuasa penuh pada bulan Muharram, mereka berdalil dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

” Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim).

Akan tetapi sebatas pengetahuan saya tidak ada riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau berpuasa penuh di bulan Muharram. Bulan yang paling banyak beliau berpuasa padanya setelah Ramadhan adalah bulan Sya’ban, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih dari Aisyah radhiyallahu ‘anha. (HR. Bukhari dan Muslim) [1].

Namun jika ada orang yang berpuasa penuh pada bulan Muharram tidak dikatakan bahwa dia telah berbuat bid’ah. Karena hadits yang ada bisa dipahami demikian yaitu dianjurkan berpuasa penuh pada bulan Muharram sebagaimana disebutkan oleh sebagian ulama’ ahli fiqih.

(Majmuu’  Fataawa wa Rasaail Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, jilid 20, hal.22)

[1] Bunyi haditsnya

ما رأيت أكثر صياما منه في شعبان

 ” Saya tidak pernah melihat Nabi berpuasa setelah Ramadhan yang lebih banyak dari pada bulan Sya’ban.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s