Hukum Membaca Al Qur’an Dengan Tajwid

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah ditanya :

رجاءً بيان حكم قراءة القرآن بالتجويد؟

Mohon dijelaskan tentang hukum membaca Al Qur’an dengan tajwid ?

Syaikh rahimahullah menjawab :

قراءة القرآن بالتجويد مستحبة، وفيها تحسين الصوت بالقرآن، الرسول عليه الصلاة والسلام يقول: (ليس منا من لم يتغنَّ القرآن يجهر به) يعني يحسن صوته به، ويقول عليه الصلاة والسلام: (زينوا القرآن بأصواتكم)،

Membaca Al Qur’an dengan tajwid hukumnya dianjurkan (mustahab) , yaitu memperbagus suara ketika membaca Al Qur’an. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bukan golongan kami orang yang tidak يتغن saat membaca Al Qur’an.” Maksudnya adalah memperbagus suaranya saat membaca Al Qur’an. Beliau juga bersabda : “Perbaguslah Al Qur’an dengan suara kalian.”

فالسنة للمؤمن العناية بتحسين الصوت بالقراءة؛ لأن هذا أخشع للقلب وأنفع للمستمعين، وهكذا المؤمنة، القارئ للقرآن يستحب له أن يعتني بتحسين صوته، وبالترتيل والتدبر والتعقل حتى يستفيد وينفع نفسه وينفع المستمعين،

Maka dianjurkan bagi seorang mukmin untuk memperhatikan perkara memperbagus suara saat membaca Al Qur’an. Karena bisa lebih khusyu’ untuk hati serta lebih bermanfaat untuk orang yang mendengarkannya. Demikian pula seorang mukminah, ketika membaca Al Qur’an dianjurkan baginya untuk memperbagus suara, membaca dengan tartil, berusaha memahami maknanya sehingga dia dan orang yang mendengarnya bisa mengambil manfaat darinya.

قال الله عز وجل: كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ (29) سورة ص،

Allah ta’ala berfirman : Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.”(Shad : 29)

وقال سبحانه: وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُواْ لَهُ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (204) سورة الأعراف،

Dia juga berfirman : “Jika dibacakan Al Qur’an kepada kalian maka dengarkan dan diamlah, supaya kalian mendapatkan rahmat.” (Al A’raf : 204)

فيستحب للمؤمن والمؤمنة العناية بتحسين الصوت، سواءٌ كان يعرف التجويد أو لا يعرف التجويد، إن عرف أحكام التجويد قرأ بالتجويد، وإذا اجتهد أن يقرأ قراءة واضحة قراءة طيبة يحسن صوته ويرتل ولا يعجل، ويخرج الحروف من مخارجها حتى تكون قراءته واضحة بينة مفيدة للمستمعين، وبالتحزن والخشوع؛ لأن هذا أنفع له وللمستمعين جميعاً،

Maka dianjurkan untuk mukmin dan mukminah memiliki perhatian terhadap memperbagus suara, sama saja apakah dia mengetahui tajwid atau tidak. Jika dia mengetahui hukum tajwid maka hendaknya membaca dengan tajwid. Hendaknya berusaha membaca Al Qur’an dengan bacaan yang jelas, bacaan yang bagus dengan membaguskan suaranya, tartil, tidak tergesa-gesa, mengeluarkan huruf dari tempat keluarnya (makhraj) hingga bacaanya menjadi jelas dan bermanfaat bagi orang yang mendengarkannya, serta membaca dengan khusyu’. Karena hal ini lebih bermanfaat bagi dirinya serta orang yang mendengarkannya.

وكانصلى الله عليه وسلم – إذا قرأ يخشع في قراءته حتى يسمع لصدره أزيز كأزيز المرجل من البكاء في صلاته عليه الصلاة والسلام،

Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau membaca Al Qur’an dalam shalatnya maka beliau khusyu’ dalam membacanya sampai terdengar suara gemuruh dari dadanya seperti gemuruhnya air mendidih dalam ketel, disebabkan tangisan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

وكان الصديق – رضي الله عنه – أبو بكر إذا قرأ لم يُسمع الناس من بكائه – رضي الله عنه -، هكذا كان الأخيار يخشعون في القراءة ويبكون فالسنة للمؤمن أن يحسن صوته وهكذا المؤمنة، وأن يخشع في قراءته ويتدبر. جزاكم الله خيراً

Adalah Abu Bakr As Shiddiq radhiyallahu ‘anhu jika beliau membaca Al Qur’an maka bacaanya tidak terdengar oleh orang-orang karena kalah dengan suara tangisan beliau radiyallahu ‘anhu. Demikianlah, orang-orang terpilih, mereka khusyuk serta menangis saat membaca Al Qur’an. Maka disanjurkan bagi seorang mukmin untuk memerbagus suaranya saat membaca Al Qur’an, demikian juga bagi mukminah, hendaknya khusyuk dalam membaca serta mentadabburinya. Jazakumullah khairan.

Sumber : http://www.binbaz.org.sa/mat/11216

Mufti Kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh hafidzahullah ditanya :

قراءة القرآن بدون تجويد؟

Hukum membaca Al Qur’an tanpa tajwid ?

Beliau hafidzahullah menjawab :

الجواب: والله التجويد هو من ما يزيد القراءة حسناً، ويقوي على أيضاً فهم المعاني؛ فالحقيقة التجويد من غير مبالغة فيه؛ لكن فيه خير، وتحسين للقراءة، وإعانة على فهم المعاني.

Demi Allah, tajwid adalah diantara sebab yang menambah bagusnya bacaan Al Qur’an. Demikian pula dapat memperkuat memahami makna Al Qur’an. Maka pada hakikatnya, belajar tajwid hendaknya tidak berlebih-lebihan, namun didalamnya ada kebaikan, memperbagus bacaan serta membantu memahami makna Al Qur’an.

Sumber : http://www.mufti.af.org.sa/node/2188

 

About these ads

2 comments

  1. ada juga yg mengatakan belajar tajwid fardhu kifayah sedangkan membacanya fardhu ain. Jadi berdosakah kita jika membaca al-qur’an tidak dg tajwid?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s