Bolehkah Wanita Haidh Sya’i Antara Shafaa dan Marwah ?

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Ar Rajihi hafidzahullah ditanya :

السؤال: هل الصفا والمروة داخلان في الحرم فتمنع النساء الحيض من السعي بينهما، أم أنه ليس من المسجد الحرام؟

Apakah Shafaa dan Marwah masuk dalam daerah Al Haram, sehingga wanita haidh dilarang melakukan sya’i diantara keduanya, atau ia tidak masuk bagian area Al Masjid Al Haram ?

Syaikh hafidzahullah menjawab :

الجواب: المعروف عند العلماء أن المسعى ليس من المسجد الحرام, ولهذا قال العلماء: إذا حاضت المرأة بعد الطواف جاز لها أن تسعى في المسعى, ولو كان من المسجد لما جاز لها السعي بينهما.

Yang ma’ruf dikalangan para ulama’ adalah bahwa tempat sya’i bukan bagian dari Al Masjid Al Haram. Oleh karena itu para ulama’ berkata : Jika seorang wanita mengalami haidh setelah thawaf, maka boleh bagi dia melaksanakan sya’i di mas’aa (tempat sya’i). Seandainya termasuk dari area Al Masjid maka tidak diperbolehkan melakukan sya’I diantara keduanya (Shafaa dan Marwah –pen-)

Sumber : http://audio.islamweb.net/audio/index.php?page=FullContent&audioid=190740

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s