Bersedekap atau irsaal ?

Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad hafidzahullah ditanya :

السؤال: مسألة وضع اليدين بعد الرفع من الركوع أو إرسالهما موضع خلاف بين العلماء، فما الراجح في ذلك؟

Masalah tentang bersedekap setelah bangun dari ruku’ atau irsal (melepaskan kedua tangan) adalah masalah yang diperselisihkan oleh para ulama’, manakah pendapat yang lebih kuat ?

Syaikh hafidzahullah menjawab :

الجواب: الراجح -والله أعلم- أن توضع اليمنى على اليسرى بعد الركوع، فقد ثبت ذلك عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، حيث ذكر الصحابي راوي الحديث أن النبي صلى الله عليه وسلم إذا كان قائماً في الصلاة وضع اليمين على الشمال،

Pendapat yang lebih kuat –wallahua’lam– adalah meletakkan tangan kanan atas tangan kiri (bersedekap) setelah bangun dari ruku’. Perbuatan ini bersumber dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, saat sahabat, perawi hadits menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau berdiri dalam shalat maka beliau meletakkan tangan kanan atas tangan kiri (bersedekap).

وكلمة (قائماً) يدخل تحتها القيام قبل الركوع والقيام بعد الركوع، لأن الكل يقال له قيام، لأن المصلي له أحوال أربعة لا خامس لها: فهو إما قائم والقيام قبل الركوع وبعده، وإما راكع، وإما ساجد، وإما جالس، والجلوس يكون بين السجدتين وفي التشهدين،

Kata (berdiri) masuk padanya berdiri sebelum ruku’ dan sesudahnya. Karena semuanya dikatakan dengan berdiri. Karena seorang yang sedang shalat ada empat keadaan baginya, tidak ada yang kelima, yaitu : berdiri, ini bisa sebelum ruku’ atau sesudahnya, ruku’, sujud dan duduk, bisa setelah dua kali sujud atau ketika tasyahud.

فقوله : إن النبي صلى الله عليه وسلم إذا كان قائماً في الصلاة وضع اليمين على الشمال) يشمل ما قبل الركوع وما بعد الركوع وهذا هو الدليل على مشروعيته

Maka perkataan : bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau berdiri dalam shalat maka beliau meletakkan tangan kanannya diatas tangan kirinya (bersedekap), mencakup berdiri sebelum ruku’ dan sesudahnya. Ini adalah dalil atas disyaratkannya perbuatan tersebut.

وبعض أهل العلم يقول: إنه لا يشرع بعد الركوع، وذلك أن الذين وصفوا صلاة رسول الله صلى الله عليه وسلم بالتفصيل ما تعرضوا لصفة وضع اليدين بعد الركوع، بل سكتوا، فهذا هو دليل الذين قالوا بأنها لا توضع والذين قالوا بأنها توضع.

Sebagian ulama’ berkata : tidak disyariatkan bersedekap setelah ruku’, karena perawi yang meriwayatkan tata cara shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara detail tidak menyebutkan sifat bersedekap setelah ruku’, bahkan mereka diam. Inilah dalil yang digunakan oleh ulama’ yang berpendapat tidak disyariatkan bersedekap saat bangun dari ruku’ atau disyariatkan.

Sumber : http://ar.islamway.com/fatwa/32892

Pendapat ini juga dikuatkan oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahumallah.

Untuk pembahasan yang lebih luas tentang masalah ini bisa dibaca di : http://abul-jauzaa.blogspot.com/2008/11/posisi-tangan-setelah-bangun-dari-rukuk.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s