Hukum mengambil gambar kajian dengan video

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah ditanya :

Bagaimanakah hukum mengambil gambar kajian atau seminar dengan perangkat video ?

Syaikh rahimahullah menjawab : Menurut pendapatku, tidak mengapa mengambil gambar kajian atau seminar dengan perangkat video, jika memang ada kebutuhan akan hal tersebut atau karena adanya mashlahat. Berdasarkan  alasan berikut ini :

Pertama : Setelah diteliti, menurut pendapat yang kuat bahwa gambar fotografi tidak termasuk menyaingi ciptaan Allah.

Kedua : Hasil gambar yang muncul tidak nampak pada kaset, maka ini tidak termasuk kategori menyimpan gambar.

Ketiga : Terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama’ tentang  gambar fotografi apakah termasuk menyaingi ciptaan Allah -maka ini perkara yang samar- Dan adanya kebutuhan atau mashlahat yang jelas tidak boleh ditinggalkan karena perbedaan pendapat yang tidak jelas tentang sebab terlarangnya (gambar fotografi). Inilah pendapatku dalam masalah ini. Allah yang memberi taufiq.

(Majmuu’  Fataawa wa Rasaail Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, jilid 2, hal.283-284)

About these ads

10 comments

    1. 1. Saya ucapkan terimakasih kepada antum karena telah berkunjung ke blog ini.

      2. Afwan akh, sampai saat ini saya belum mengetahui ulama’ yang mengharuskan dan mewajibkan untuk menampilkan semua fatwa ulama’ yang berbeda dalam menghukumi satu masalah. Jika antum tahu, tolong saya diberi tahu.

      3. Ketika seseorang menukil fatwa ulama’ yang alim, wara’ dan terkenal faqih (tanpa merubahnya, bukan menukil fatwa berdasarkan pemahaman dia atau pakai bahasa dia) dalam menghukumi suatu masalah, semisal Syaikh Utsaimin rahimahullah dan sebatas ilmu yang dia ketahui, dia lebih memilih pendapat ulama’ tersebut, apakah perbuatan orang ini salah ?

      4. Jika antum mau tahu pendapat ulama’ yang berseberangan dengan Syaikh Utsaimin dalam masalah ini, mungkin bisa baca disini
      disebutkan disitu bahwa ulama’ yang melarang video adalah Syaikh Al Albani, Syaikh Shalih Fauzan, Syaikh Abdul Aziz Ar Rajihi dll

      Sedangkan Syaikh Abdul Aziz bin Baz memilih tawakuf dalam masalah ini. Pendapat beliau bisa dilihat disini

      Antum juga bisa baca artikel yang mungkin masih berkaitan dengan masalah ini disini

      Wallahua’lam

    1. 1. Untuk fatwa yang melarang sudah saya berikan link-nya pada jawaban komen antum sebelumnya.

      2. Pernyataan antum ‘hrs seimbang dlm menampilkan fatwa dong’
      Afwan, ana ganti bertanya, apakah link yang antum nukil juga seimbang dalam menampilkan fatwa para ulama’ tentang hukum yayasan ? Bukankah antum lebih condong kepada pendapat ulama’ yang membid’ahkan semua bentuk yayasan ? kenapa antum tidak menampilkan fatwa ulama’ yang membolehkan yayasan untuk sarana dakwah ? Padahal insya Allah inilah pendapat yang lebih tepat.

      Wallahua’lam

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s